Sejak ratusan ribu tahun yang
lalu soppeng telah dihuni manusia sampai saat ini sehingga tercipta budaya dan
peradabannya sendiri. Dari hasil penelitian arkeoligi yang terakhir peradaban
soppeng dimulai sejak saman batu atau megalitikum dan meninggalkan jejak-jejak
peradaban berupa benda-benda yang di gunakan pada saman itu.
Adapun tempat yang menjadi saksi
sejarah peradaban soppeng sebagai berikut
- 1. Umpungeng
![]() |
| sumber gambar |
Umpungeng merupakan salah satu
desa dikabupaten soppeng yang banyak ditemukan bukti sejarah atau jejak manusia
purba di soppeng terletak 45km dari ibukota soppeng. Bukti sejarah yang
ditemukan di umpungeng berupa batu mallajange berupa batu tempat hilangnya
tomanurung (tomanurung: mitos tentang orang pertama yang hadir di soppeng dan
datang dari langit), bola arajang atau rumah adat, possi tana atau pusat
kampung yang dipercaya masyarakat soppeng merupakan titik tengah Indonesia
(masih perlu penelitian lebih lanjut), batu lecengengnge atau monument tempat
menguji kebangsawanan seseorang apakah layak menjadi datu (raja) atau tidak.
Masyarakat umpungeng percaya bahwa tanah leluhur mereka merupakan wanuwa
(kampung) penting untuk kerajaan soppeng praislam.
- 2. Kompleks Makam Jera Lompo E
![]() |
| sumber gambar |
Kompleks makam kuno jera lompoe
terletak di sebelah barat mesjid raya kurang lebih 1 kilometer, tepatnya di
desa bila kecamatan lalabata. Kompleks makam kuno jera lompoe merupakan bagian
dari kompleks istana datu soppeng. Makam ini menunjukkan transisi pra islam ke
islam. Tempat ini dapat dijadikan tempat rekreasi karena lokasinya yang tinggi
dari posisi daripada tanah di sekitarnya. Kompleks ini memiliki luas 85x75
meter persegi dan diresmikan pada 06 november 1981 sebagai taman purbakala.
Terdapat sebuah makam yang unik yaitu nisan yang berbentuk hulu badik dan
satu-satunya di SulSel.
- 3. Villa Yuliana
![]() |
| sumber gambar |
Villa Yuliana merupakan bangunan
peninggalan masa colonial belanda dibangun pada tahun 1905 oleh pasukan belanda
pada masa itu dalam rangka persiapan kedatangan ratu yuliana dari belanda,
namun yuliana tidak jadi datang karena alasan keamanan yang tidak kondusif.
Gaya bangunan berciri khas arsitektur
belanda pada abad ke 18 dan ke 19, didominasi oleh gaya yang disebutbsebagai
indische empire. Bangunan tersebut menghadap ke barat, sangat pas menikmati
matahari terbenam dibalik gunung sewo di kala sore menjelang malam. Bangunan
tersebut kini telah beralih fungsi menjadi mesuem peyimpanan benda-benda temuan
arkeologi dan beri nama meseum latemmamala. Lokasi bangunan sangat strategis,
tepat berada di pusat kota soppeng.
Inilah tiga tempat di soppeng
yang mengandung nilai historis yang wajib anda kunjungi bila berkunjung ke
soppeng selain tempat-tempat wisatanya, namun jika anda ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda coba kunjungi wisata air terjun di soppeng



Tidak ada komentar:
Posting Komentar