Jauh sebelum penulis Dc comics berimajinasi tentang ghotam city atau kota kelelawar, masyarakat soppeng telah
lama hidup berdampingan dengan hewan yang mencari makan di malam hari ini. Dari
berbagai naskah lontara’ atau literature kuno soppeng telah berdiri
sekitar abad ke 12. Berawal dari
bersatunya dua kerajaan yang bersaudara yaitu kerajaan soppeng riaja (soppeng
barat) dan kerajaan soppeng rilau (soppeng timur). Namun hasil penelitian
arkeologi yang terakhir menyebutkan wilayah soppeng telah dihuni manusia sejak masa
118.000 sampai 194.000 tahun yang lalu dengan ditemukannya fosil gigi pada
kedalaman tanah 12 meter di sekitar lembah walennae dan merupakan bukti tertua
sebuah kebudayaan yang ada di Sulawesi.
Soppeng pada masa colonial pernah
mendapat julukan bandoeng van Celebes karena memilki kemiripan dengan kota
bandung yang berada di cekungan purba berusia mioesen akhir, iklimnya sejuk dan
memiliki kuliner khas. Pantas saja ratu yuliana pernah berniat untuk berkunjung
ke soppeng dan dibuatkan sebuah villa sebagai tempat peristirahatan namun
hingga akhir hidupnya ia tak pernah datang. Soppeng hanyalah sebuah kota kecil
di sebelah utara kota Makassar berjarak kurang lebih 200km dan berada rata-rata
200 mdpl.
Salah satu keunikan soppeng ialah
adanya kalong atau kelelawar yang bergantungan di pohon asam pusat kota dan
tidak merasa terganggu dengan adanya manusia yang lalu lalang di bawahnya.
Semilir angin yang berhembus memberikan kesejukan ketika bersantai dibawah
pohon asam tempat kelelawar bertengger dan beristirahat ketika siang hari dan
menikmati aroma khas hewan yang hidup terbalik,
jika tidak mampu mencium aroma khas kelelawar jangan sekali-kali nekat
berlama-lama dibawahnya, ini lah alasan kenapa saya beri judul (jangan ke
soppeng ketika sang hari). Jika tidak datang di siang hari anda tidak akan
melihat kelelawar yang bergantungan di pohon karena kalau di malam hari hewan
tersebut akan pergi mencari makan dan akan kembali menjelang pagi.
Waktu yang pas untuk melihat
kalong pada sekitar jam 4 subuh karena pukul itu hewan tersebut sudah mulai
berdatangan dari mencari makan dan lalu lalang di langit untuk mencari dahang
untuk istirahat. Namun jika anda tidak mampu bangun pada pukul 4 subuh karena
masih terlelap datanglah di waktu sore menjelang magrib saat hewan tersebut
hendak pergi mencari makan dan anda juga bisa menikmati matahari terbenam di
balik gunung sewo.
Belum ditemukan naskah lontara’
atau bukti ilmiah maupun cerita rakyat tentang awal kehadiran hewan ini di
soppeng. Cerita rakyat yang ada hanya bercerita tentang perjanjian antara raja
kelelawar dengan raja soppeng pada awal kedatangannya. Salah satu isi
perjanjiannya versi cerita rakyat adalah kelelawar tidak boleh memakan
buah-buahanyang ada di soppeng dan orang soppeng tidak boleh memburu kelelawar
untuk keperluan apapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar