Rencana buka
bersama yang telah diwacanakan bahkan jauh-jauh hari sebelum masuk bulan puasa
belum ada kejelasan bakal terealisasi atau tidak, hingga puasa hari ke 20 belum
ada kepastian karena masih banyak teman punya urusan di kampus yang harus
diselesaikan dan tidak bisa ditunda membuat mereka tidak bisa cepat pulang
kampung. Setelah menghubungi mereka via grup chat di BBM akhirnya kami sepakat
untuk buka bersama pada hari ke 25 ramadhan karena pada saat itu baru bisa
datang.
Kami yang
tinggal di kampung bersinergi untuk mencari tempat yang cocok untuk berbuka
bersama, setelah keliling melihat dan mensurvey kafe yang pas untuk selera
kami, akhirnya ditemukan sebuah kafe yang terletak tidak jauh dari mesjid raya,
suasana yang adem dan bernuansa modern. Kemudian kami masuk meminta izin pada
pengelola kafe untuk mengadakan bukber dan kami diharuskan membayar uang muka
sebagai tanda jadi.
Hingga jam 12
siang hari H, teman yang memberikan konfirmasi untuk datang sebanyak 10 orang.
Saya meninggalkan rumah sekitar pukul 17:25, dengan waktu tempuh sekitar 20
menit. Setelah tiba di lokasi ternyata sudah banyak teman yang datang lebih
dulu dan yang belum datang tinggal 2 orang saja. Kami pun ngobrol dan berbagi
kabar sembari menunggu teman yang belum hadir dan waktu berbuka yang tinggal
beberapa menit lagi.
Sesaat sebelum
berbuka dua teman yang ditunggu datang, sambil menunggu pesanan mereka berdua
suara adzan sudah terdengar dari mesjid raya yang terletak tidak jauh dari
kafe. Setelah berbuka, kami ngobrol santai dan baru sadar ternyata kafe tersebut memiliki wi-fi. Salah seorang
teman memberikan kode ke pelayan perempuan
agar mendekat untuk bertanya sandi wi-fi .
Teman: dek, sandi wifinya apa??
Pelayan: I love you tidak pake
spasi, yah.
Teman: apa dek, bisa diulangi??
Pelayan: I love you. Itu sandi
wifinya penulisannya tidak pakai spasi
Teman: Ooo, saya kira lagi
(ucapannya terhenti)
Pelayan: @$%^&* (kemudian
pergi)
Tidak lama
kemudian, teman-teman pamit buat shalat magrib setelah itu kami bubar.