sedikit cerita tentang komunitas anak muda soppeng yang resah melihat minatnya minat baca masyarakat soppeng. selengkapnya
Taman kota soppeng yang dulunya
merupakan lokasi bangunan kantor bupati soppeng kemudian disulap menjadi taman
dan ruang terbuka hijau banyak dikunjungi masyarakat untuk bersantai atau
bercengkrema sekaligus menanti senja dan waktu magrib sembari menikmati
pemandangan yang hanya ada di kota yang berjuluk kota kalong ini, yaitu
kelelawar yang mulai beterbangan untuk mencari makan, bagi warga setempat hal
tersebut sudah lumrah dan mungkin tidak ada istemewahnya namun bagi mereka yang
baru pertama kali datang ke bumi latemmamala
bisa memberikan pengalaman dan sensasi yang ‘wah’ karena kapan lagi bisa
melihat langsung kelelawar yang terbang diatas kita dan mencium aroma khas
hewan yang mencari makan dimalam hari. Ehehe
![]() |
| volunteer 'soppeng membaca' saat memaang spanduk *sumber: fanpage soppeng membaca |
Terakhir berkunjung ke taman itu
minggu 25 september 2016, ada hal menarik perhatianku yaitu sebuah komunitas
yang berbeda dengan yang lainnya. Jika komunitas pada umumnya lahir dari
kesamaan hobby misalnya komunitas motor, fans club bola, fotografer atau
pecinta hewan tapi komunitas ini lain, ia lahir karena keresahan melihat
kurangnnya minat baca pada masyarakat, berbekal semangat untuk menebar virus
literasi ia mengajak temannya yang punya keresahan yang sama untuk mendirikan
sebuah komunitas yang mereka beri nama ‘komunitas soppeng membaca’.
Komunitas yang berdiri pada 17
agustus 2016 ini memiliki kegiatan pokok berupa memberi layanan ‘lapak baca’
yang dapat diakses secara gratis untuk meningkatkan minat baca pada masyarakat.
Awal berdirinya hanya memiliki 100an judul buku namun seiring berjalannya waktu
terus bertambah, selain dapat sumbangan buku juga meminjam di perpusda soppeng.
Rupanya kegiatan komunitas ini mendapat
apresiasi dari perpusda, selain mendapat pinjaman buku juga mendapat pinjaman
kendaraan roda tiga untuk membawa buku ke lokasi ‘lapak baca’ yang telah
mencapai 500an judul buku. Dari buku pengunjung saya mendapatkan data bahwa
pengunjung yang datang ramai dan kadang juga sepi serta respon dan kesan yang
mereka tulis beragam, mulai dari mendukung sampai membandingkan dengan tempat
lain.
Saat saya menulis cerita ini
informasi yang saya dapat tentang komunitas ini belum cukup banyak, akhirnya
saya searcing di kolom pencarian facebook dengan keyword ‘soppeng membaca’ dan
mendapat akun fanpage resmi milik mereka. Dari fanpage mereka saya mendapat
foto-foto kegiatan mereka dan sebuah link yang menceritakan tentang mereka dari
situ saya mendapatkan nama-nama penggerak sekaligus pendirinya, dua di
antaranya ternyata masih pelajar yaitu irwandi yang masih duduk di bangku kelas
3 sekolah menengah pertama dan munawir yang duduk di bangku kelas 3 sekolah
menengah atas serta seorang lagi berstatus guru di salah satu SMP di soppeng,
yang lainnya adalah mahasiswa yang bernama Muhammad soeharto atau lebih akrab
dipanggil atto yang masih aktif kuliah di UNM dengan jurusan psikologi dan nur
adi muharram alumni FMN Makassar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar