Soppeng merupakan salah satu
kabupaten yang ada di provinsi Sulawesi selatan, letaknya tepat di
tengah-tengah Sulawesi selatan, lebih tepatnya sebelah utara kota Makassar ibu kota
sulsel berjarak kurang lebih 200 km dengan waktu tempuh 3 sampai 4 jam
perjalanan.
Ada tiga rute yang bisa dilalui
jika hendak ke soppeng yaitu via camba melewati maros-> bone-> soppeng,
via bulu dua melewati maros-> pangkep-> barru-> soppeng dan via
pare-pare melewati maros-> pangkep-> barru-> pare-pare-> soppeng. Jalur
tercepat yang bisa di lalui jika ingin cepat sampai versi penuis yaitu via bulu
dua karena medan jalan yang lurus sepanjang maros hingga barru sehingga
kendaraan dapat melaju dengan kencang sebelum akhirnya berbelok di persimpangan
pekka e. Setelah mendekati perbatasan barru-soppeng medan jalan akan sedikit
berubah menjadi berkelok -kelok namun hawa yang sejuk dan pemandangan yang
indah membuat perjalanan terasa tidak membosankan. Saat sudah memasuki wilayah
soppeng, anda akan mendapati sebuah tempat wisata yang terlatak di pinggir
jalan poros tepatnya di samping rumah makan yang banyak berjejer, saat penulis
berkunjung kesana masih dalam tahap pembangunan jadi tidak bisa bercerita
banyak.
Dari bulu dua hingga pusat kota
butuh waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam perjalanan, sepanjang jalan hamparan sawah
memanjakan mata dan rumah penduduk local yang berbentuk rumah panggung. Setelah
sampai di pusat kota jangan kaget melihat keunikan yang ada berupa kelelawar atau
kalong bergantungan di pohon asam yang ada dalam kota. Sebelum melanjutkan
perjalanan mampirlah ke vila yuliana yang terletak di jalan pengayoman tepat di
samping rumah jabatan bupati soppeng, villa yuliana merupakan bangunan
bersejarah peninggalan belanda yang ada di soppeng dibangun pada tahun 1905
masehi dengan arsitektur perpaduan khas
eropa dan rumah bugis bercorak putih dan hijau. Jika sore hari disini
dapat menikmati matahari terbenam di balik gunung sewo dan kalong yang mulai
beterbangan untuk mencari makan di malam hari dan akan kembali subuh menjelang
pagi. Anda juga bisa mengunjungi pemakaman kuno yang terletak kurang lebih 1km
sebelah barat villa yuliana yaitu pemakaman jera lompoe. Taman purbakala
merupakan taman makam raja-raja soppeng
tempo dulu pada abad ke XVII. Salah satu makam memiliki keunikan karena
mempunyai batu nisan yang berbentuk hulu keris yang satu-satunya di sulsel.
Destinasi wisata yang banyak
dikunjungi wisatawan adalah permandian ompo yang berjarak kurang lebih 3km
sebelah utara kota soppeng, tepatnya di kelurahan ompo kecamatam lalabata, di
kenal karena airnya yang jernih dan dingin dan menjadi sumber air bersih
masyarakat setempat. Mudah di jangkau karena terletak di pinggir jalan poros. Selain
ompo, ada juga permandian alam air panas lejja yang terletak 40 km sebelah
utara kota soppeng. Berbeda dengan ompo, untuk menjangkau lejja tidak dapat
dengan kendaraan umum, jika ingin kesana namun tidak membawa kendaraan pribadi,
coba kontak penulis melalui akun facebooknya disni. Kalau anda membawa
kendaraan pribadi sangat mudah menjangkaunya, baik dengan roda dua maupun roda
empat dengan medan jalan yang sudah di aspal dengan mulus namun terjal dan
berliku tapi tidak membosankan karena keindahan alam di sisi kanan dan kiri
jalan. Setelah membayar biaya retribusi untuk masuk, ada dua jalur yang bisa
dilalui yaitu langsung menuju samping kolam dan melalui tangga seribu dengan
hutan yang masih alami. Fasilitas yang ada cukup memadai dengan kolam untuk
umum dan privte, ruang ganti, ruang bilas, toilet, pondok peristirahatan dan
tempat pertemuan yang dapat menampung 300 orang. Setelah menyewa pondok anda
dapat jalan-jalan untuk melihat sumber air panas dan bebatuan yang dialiri air
panas dari sumbernya menuju sungai kecil kemudian masuk ke kolam. Panas airnya
mencapai 60 derajat celcius yang konon dapat menyembuhkan penyakit reumatik dan
gatal-gatal serta telur yang di celupkan dapat setengah matang.
Setelah puas berendam di air
panas dan hendak pulang, jangan lupa mampir di rumah adat sao Mario yang
terletak di desa manorang salo, kecamatan marioriawa atau sekitar 1km setelah
berbelok ke kiri di jalan poros tepat depan Spbu. Di dalam kompleks rumah adat
terdapat berbagai macam rumah adat bugis, Makassar, toraja, mandar, minangkabau
dan batak. Kompleks rumah adat dikenal juga dengan bola seraty e karena
memiliki Tiang yang kurang lebih berjumlah 100. Selain rumah adat berfungsi
juga sebagai meseum untuk menyimpan berbagai barang antic dari berbagai daerah, senjata tajam dan
berbagai jenis batu permata
mariki ke soppeng.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar